Sunday, 3 July 2016

Hubble Tangkap Keindahan Nebula Mata Kucing


AstroNesia ~ Disuatu tempat berjarak 3000 tahun cahaya dari Bumi ke arah konstelasi Draco, ada sebuah bintang yang tengah sekarat, membuang cangkang gasnya.



Gambar ini diambil oleh teleskop luar angkasa Hubble yang memperlihatkan Nebula Mata Kucing. Nebula ini menjadi salah satu nebula planet yang paling kompleks. Bahkan fitur yang terlihat di Mata Kucing ini begitu kompleks sehingga para astronom menduga objek terang di pusatnya sebenarnya mungkin sistem bintang biner.  

Istilah Nebula Planet yang digunakan untuk menunjukkan kelas umum objek ini tergolong menyesatkan. Meskipun benda-benda ini mungkin tampak bulat dan terlihat seperti planet di teleskop kecil, gambar resolusi tinggi menunjukkan bahwa mereka adalah bintang yang dikelilingi oleh kepompong gas, merupakan tahap akhir evolusi bintang.

Nama lain objek ini adalah : NGC 6543, Snail Nebula, Sunflower Nebula

Saturday, 2 July 2016

Struktur Mirip Tengkorak Dinosaurus Terlihat Di Mars


AstroNesia ~ Sebuah struktur mirip fosil tengkorak hewan atau dinosaurus terlihat di permukaan planet merah. Gambar ini ditemukan oleh Paranormal Crucible dari Youtube.

Gambar diambil pada SOL 732 oleh Curiosity.

Bagaimana menurut anda?

Link gambar NASA : http://mars.nasa.gov/msl/multimedia/raw/?rawid=0732MR0031380000402998E01_DXXX&s=732

Neil deGrasse Tyson : Kita Hanya Hewan Dalam Kebun Binatang Alien

Neil deGrasse Tyson

AstroNesia ~ Ini mungkin bukan berita yang ingin Anda dengar, tapi astrofisikawan terkemuka yakin bahwa kita semua adalah hewan yang berada di kebun binatang rumit yang dikelolah oleh alien. Itulah yang dikatakan oleh astrofisikawan terkenal Neil deGrasse Tyson.

Tyson menuturkan bahwa konflik yang terjadi di muka bumi, semua perseteruan politik, termasuk di dalamnya Brexit, adalah skenario yang dibuat oleh para alien. 



Tujuannya, untuk memberikan mereka hiburan.  "Saya takut suatu hari kita mengetahui bahwa kita merupakan spesies semacam itu," ucap Tyson, kala berbicara di konferensi Starmus di Tenerife.  

"Mungkin saya tidak takut, saya hanya berharap bahwa semua yang mereka akan lakukan untuk kita adalah membuat kebun binatang di mana kami senang. Dan mungkin itu adalah apa yang mereka sebut bumi," sambungnya.  

Namun, di kesempatan yang sama dirinya juga mengatakan tidak semua spesies alien tertarik dengan apa yang terjadi di bumi. "Sebuah peradaban yang cukup cerdas tidak tertarik pada kita sama sekali," ungkapnya.  

Tyson memang jelas menilai umat manusia sebagai spesies yang rendah di alam semesta. Karena ia memperingatkan bahwa kecerdasan Profesor Stephen Hawking hanya setara dengan balita alien.

Hubble Potret Aurora Raksasa Di Jupiter


AstroNesia ~ Dengan menggunakan peralatan sensor ultraviolet teleskop Hubble, astronom berhasil melihat aurora yang menakjubkan berputar-putar di kutub Jupiter.

Jupiter, planet terbesar di tata surya, dikenal karena menjadi rumah bagi badai yang penuh warna, yang paling terkenal adalah Great Red Spot. Tapi planet raksasa ini juga menjadi tuan rumah beberapa pertunjukan cahaya yang menakjubkan.



Para astronom menggunakan teleskop Hubble untuk mempelajari aurora di kutub Jupiter dalam upaya untuk mengungkap apa yang menyebabkan pertunjukkan cahaya masif ini.

NASA menjelaskan bahwa aurora terbentuk ketika partikel energi tinggi memasuki atmosfer sebuah planet di dekat kutub magnet dan bertabrakan dengan atom gas.

Penelitian ini untuk mendukung pengukuran yang akan dilakukan oleh NASA Juno,yang akan tiba di Jupiter 4 Juli nanti. Dan juga untuk mengetahui bagaimana berbagai komponen aurora Jupiter menanggapi kondisi yang berbeda dalam angin matahari, aliran partikel bermuatan yang dikeluarkan oleh matahari.

"Aurora ini sangat dramatis dan paling aktif yang pernah saya lihat", kata Jonathan Nichols dari University of Leicester, Inggris, dan peneliti utama studi tersebut. "Ia tampaknya seperti berpesta, Jupiter berpesta kembang api untuk menyambut kedatangan Juno."

Saat Hubble mengamati dan mengukur aurora di Jupiter, Juno akan mengukur sifat dari angin matahari itu sendiri; sebuah kolaborasi yang sempurna antara teleskop dan wahana antariksa.

Untuk menyoroti perubahan aurora, Hubble mengamati Jupiter hampir setiap hari selama beberapa bulan.

NASA Perpanjang Misi New Horizons Hingga 2021

NASA New Horizons

AstroNesia ~ Setelah sukses melakukan terbang lintas bersejarah dekat Pluto, wahana antariksa NASA New Horizons kini bersiap mengemban tugas baru.

Tim misi telah menerima lampu hijau dari NASA untuk terbang lebih jauh ke dalam Sabuk Kuiper.




Misi New Horizons ini akan melakukan terbang lintas dengan objek es kuno bernama 2014 MU69 pada tanggal 1 Januari 2019.

"Misi New Horizons untuk Pluto melebihi harapan kami dan bahkan hari ini data dari pesawat ruang angkasa terus mengejutkan," kata Direktur NASA Planetary Science Jim Green.


Selain memperpanjang misi New Horizons, NASA mengatakan bahwa wahana antariksa NASA Dawn harus tetap di planet kerdil Ceres dibanding pergi menuju Adeona, sebuah asteroid yang juga terletak di sabuk utama astroid.

"Pemantauan jangka panjang dari Ceres, terutama karena saat ini lebih dekat dengan perihelion - jarak terdekat ke matahari - memiliki potensi untuk memberikan penemuan sains lebih penting dibanding terbang lintas dekat Adeona," kata Green dalam sebuah pernyataan.

Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN (MAVEN), Rover Mars Opportunity dan Curiosity, pengorbit Mars Odyssey, Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan dukungan NASA untuk misi ESA Mars Express juga telah mendapat perpanjangan.

Misi New Horizons juga diperpanjang sampai tahun 2021.

Friday, 1 July 2016

Astronom Temukan Tiga Exoplanet "Qatar"

Perbandingan ukuran Bumi dan planet Qatar

AstroNesia ~ Sebuah laporan baru-baru ini menyebutkan bahwa tiga exoplanet "Hot Jupiter" baru saja ditemukan oleh tim internasional.

Planet-planet ini diberi nama Qatar-3b, Qatar-4b, dan Qatar-5b, yang diidentifikasi oleh Qatar Exoplanet Survey (QES), yang dioperasikan oleh Qatar Environment and Energy Research Institute (QEERI) yang merupakan bagian dari Hamad Bin Khalifa University ( HBKU) di Doha, Qatar. Survei ini melibatkan sistem kamera robot wide-field di New Mexico untuk memindai alam semesta mencari planet gas raksasa saat mereka melintas di didapan bintang induknya.



Dan sejauh ini, proyek ini telah menghasilkan hasil pada tahun 2010 dan 2011, terdeteksi Qatar-1b dan Qatar-2b, dan sekarang telah menemukan tiga exoplanets baru lagi.

Baru-baru ini, sebuah tim internasional yang dipimpin oleh Khalid Al-Subai, direktur eksekutif QEERI, melihat tiga transit baru melalui QES. Para ilmuwan segera melakukan pengamatan tindak lanjut untuk menentukan karakteristik fisik dari planet yang baru terdeteksi. Untuk tujuan ini, mereka menggunakan Tillinghast Reflector Echelle Spectrograph (TRES) di Fred L. Whipple Observatory di Gunung Hopkins, Arizona dan teleskop Zeiss di Calar Alto Observatory di Spanyol.

Karakter Rinci Planet Baru

Mereka menemukan bahwa ketiga planet ini adalah "hot Jupiters," atau planet gas raksasa yang memiliki karakteristik mirip dengan Jupiter tetapi mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya.  

Kelas planet seperti ini mengorbit di sekitar bintang induknya hanya dalam waktu kurang dari 10 hari dan mereka juga memiliki suhu permukaan yang sangat tinggi karena mereka begitu dekat dengan bintang induknya. Ketiga exoplanets ini memiliki suhu berkisar dari 1.400 K samapi 1700 K (1.130 C sampai 1430 C).

Dari ketiga planet ini, Qatar-4b memiliki radius yang paling besar dan paling masif. Memiliki radius 1,55 kali dari diameter Jupiter dan massa 6 kali lebih besar dari Jupiter. Planet ini menyelesaikan mengorbit bintang indunya hanya 1,8 hari.

Qatar-3b dan Qatar-5b lebih kecil, memiliki ukuran dan massa yang mirip. Keduanya memiliki diameter 1,1 kali dari Jupiter dan massa sekitar 4,3 kali massa Jupiter. Perbedaan utama antara keduanya adalah panjang orbitnya; Qatar-3b mengorbit bintang induknya dua setengah hari, sementara Qatar-5b memakan waktu sekitar tiga hari.

Dari semua itu, penelitian ini menunjukkan nilai dari survei berbasis darat seperti QES telah membantu menciptakan gambaran yang lebih lengkap dari keluarga Jupiter panas. Dengan sedikit keberuntungan, lebih banyak pekerjaan akan dilakukan dengan cara ini yang akan membantu mengisi kesenjangan seperti asal Jupiters panas dan bagaimana mereka membentuk.

NASA Juno Telah Memasuki Magnetosfer Jupiter


AstroNesia ~ Saat ini, wahana antariksa NASA Juno telah memasuki magnetosfer Jupiter.

"Kami baru saja menyeberangi batas menuju kandang Jupiter," kata peneliti utama Juno  Scott Bolton dari Southwest Research Institute di San Antonio. "Kami mendekat dengan cepat ke planet itu dan sudah mendapatkan data berharga."

Instrumen sains di Juno telah mendeteksi perubahan partikel di sekitar pesawat ruang angkasa saat melintas dari lingkungan antar planet yang didominasi oleh angin matahari ke magnetosfer Jupiter.



Pada tanggal 24 Juni, pesawat ruang angkasa ini melewati busur kejut luar magnetosfer Jupiter - di wilayah ini, gerakan partikel dalam ruang dikendalikan oleh apa yang terjadi di dalam Jupiter.

Data dari penyelidikan gelombang Juno, disajikan sebagai stream audio dan animasi warna, saat pesawat ruang angkasa memasuki ranah jupiter pada 24 Juni dan transit ke dalam kepadatan magnetosfer yang lebih rendah pada 25 Juni.

"Busur kejut ini sama dengan sonic boom," kata William Kurth dari University of Iowa di Iowa City, pemimpin rekan penyidik untuk penyelidikan Waves. "Angin Matahari bertiup melewati semua planet pada kecepatan sekitar satu juta mil per jam, dan di mana menyentuh hambatan, akan menghasilkan turbulensi ini."

Hambatan ini adalah magnetosfer Jupiter, yang merupakan struktur terbesar di tata surya.



"Jika magnetosfer Jupiter bersinar dalam cahaya tampak, itu akan terlihat dua kali lebih besar dari ukuran bulan purnama seperti yang terlihat dari Bumi," kata Kurth. Dalam dimensi lebih kecil, struktur ini berbentuk seperti tetesan air mata.

Wahana antariksa NASA Juno diluncurkan pada 5 Agustus 2011 dari Cape Canaveral, Florida dan akan membantu memecahkan misteri Jupiter dengan melihat interiornya.